|
Pertama-tama kita harus menentukan foto seperti apa yang akan dibuat (kalau bisa digambarkan dengan sketsa), kemudian
menyiapkan peralatan fotografi yang diperlukan seperti kamera, lensa-lensa, perlengkapan tambahan lainnya, seperti tripod,
lampu, reflektor, pengukur cahaya, dan sebagainya, selanjutnya pilihan lokasi, waktu kerja, kendaraan, dan sebagainya.
|
|
Tahap kedua, mempersiapkan rencana kerja fotografi di lokasi, mulai persiapan, jam pemotretan yang dianggap optimal,
kecerahan cahaya yang akan digunakan, spot atau latar belakang (background) yang dibutuhkan, dan seterusnya.
|
Sesuai dengan rencana kerja di atas kertas dan persiapan berbagai peralatan kerja, kita membuat rencana
kerja di lokasi pemotretan.
Dimulai dengan pilihan subjek, serta pertimbangan yang cermat atas daya tarik yang bisa ditampilkan, ini
menjadi tahap sangat krusial yang akan menentukan seberapa kuat tampilan gambar foto akhir.
Aspek berikut yang harus diperhatikan teliti adalah perspektif pandang, aspek ini bisa mempengaruhi kesan
tampilan gambar foto dari menarik menjadi luarbiasa.
|
|
Perhitungan dan pemanfaatan kecerahan, arah dan kontras cahaya juga bisa memberikan pandangan yang lebih segar
dan lebih hidup, memberikan kesan seolah-olah kita hadir di sana.
Perencanaan kerja ini tidak semuanya bisa disiapkan di atas kertas, atau persiapan peralatan dan prosedur kerja saja,
karena ada juga yang harus diputuskan saat sudah berada di lokasi pemotretan dan melihat realitas atau kondisi
yang ada di lokasi.
|